Sabtu, 09 Februari 2013

CERPEN "TANDA TANYA??"


TANDA TANYA?????????
malam ini kembali lagi sunyi.sunyi tak ada yang menemani.hanya sebuah laptop yang berada didepan mataku.dengan alunan musik yang mengiringi malam ini yang semakin sunyi..tak lama lagi kesunyian itu akan bertambah dan bertambah. mungkin diluar sana hanya suara jangrik yang terdengar ditelinga.tapi didalam kamarku yang luasnya 3x4.tak terdengar suara itu. Kesunyian itu tidak membuat hatiku untuk selalu sunyi,hampa dan tawar,..untunglah ada yang selalu menemaniku walaupun itu tak pernah tampak namun dia tersembunyi. Tersembunyi dibalik sesuatu (ciee…) yah,dialah keimanan.Keimananlah yang membuah semua cerah,secerah mentari yang bersinar dipagi hari,malah lebih dari itu. J
 malam semakin larut, hanya yang terdengar Suara kipas angin yang berhembus ditelingaku menembus relung hatiku.membuat jari-jarikupun semakin lincah menari-nari diatas keyboard. alunan music itupun membuat hatiku semakin sejuk.Sejuk seperti suara air terjun yang mengalir.yang membuat aliran darahku semakin mengalir dengan cepat. tiba-tiba aku terhenyak,terhenyak dalam lamunanku .mengingat kembali kejadian bersama sahabatku yang ketika menduduki SMA. 4 tahun yang lalu masih tersimpan kuat dimemoriku.Mungkin dikala itu aku masih menduduki kelas 11 tepatnya dijurusan IPA 1.
Kejadian ini membuatku tanda –tanya sampai hari ini..
Didalam Kelasku tiba-tiba heboh dengan suara gadis kecil yang berambut lurus dengan jerawat yang menempel diwajahnya..maju kedepan kelas seraya berkata dengan suara yang lantang…”hey,teman-teman,,siapa yang mengirim pesan kesaya dengan memaki-makiku bahkan menghina diriku,,,bla..bla..bla..ucapnya” dengan mata yang melotot.kemudian matanya mengarah kepada gadis yang berjilbab yang duduk dipojok kanan.Gadis yang berjilbab itu sibuk dengan urusannya,melihat buku yang didepannya sambil mulutnya komat-kamit membaca buku novel yang dipegang ditangan kanannya..tiba-tiba gadis kecil itu melangkahkan kakinya kegadis ynag berjilbab itu..”cewek munafik,,kamu tak punya telinga ya?atau tak bisa mendengar?”tanyanya dengan muka memerah.
Gadis yang berjilbab itu menengadahkan wajahnya tepat kewajah gadis yang didepannya.kemudian lanjut lagi membaca buku yang digenggamannya.tanpa menjawab sepatah katapun dari mahluk yang berada didepannya itu..”hey,kamu tuli ya?”ucapnya lagi sambil merampas  buku yang dibaca gadis  berjilbab itu kemudian melemparnya di depan kelas..
“Hay,cewek,bermata iblis,berhati syetan..masalah apa yang terjadi dengan diriku dengan kamu sehingga engkau datang kepadaku dengan rasa yang panas?seperti membawa bara api dari neraka?”ucapnya dengan terbata-bata.air matanyapun mengalir dengan menetes perlahan-lahan dipipinya yang semakin lama semakin deras seperti hujan yang turun dari langit,datang dengan rintik-rintik kemudian berjatuhan dengan deras.
Suasana dalam kelaspun hening seketika. tak ada suara yang berbunyi. Hanya raut muka yang penuh dengan tanda-tanya. bahkan terheran-heran melihat gadis yang berjilbab itu berani bicara kepada gadis kecil itu.yang terkenal sebagai gadis yang berani,judes bahkan ditakuti oleh semua manusia yang ada di sekitar sekolah mereka.padahal jika diliat dari fisiknya dialah siswa yang paling kecil.namun hatinya sangat keras sekeras batu.mungkin dengan itulah gerakannyapun mengikut keras..
Mendengar jawaban dari gadis yang berjilbab itu maka darahnya mendidih seketika.raut mukanyapun kembali memerah.seperti kepiting yang telah masak..
“Kau sudah berani yah sama saya?”ucapnya dengan mendekatkan wajahnya dengan jarak sekitar  1senti.
Gadis berjilbab itupun hanya tertunduk menangis dengan terisak-isak..
Kemudian suara tangisannya berhenti seketika dan kembali berkata..”untuk apa aku takut sama kamu,ada Allah yang lebih aku takuti daripada engkau yang hanya makhluknya ynag kecil.bahkan aku merasa tak pernah salah  sama kamu.tiba-tiba engkau datang kearahku dengan marah-marah.tak ada masalah”..ucapnya lagi..
“Lalu siapa yang mengirim SMS kepada saya kalau bukan kamu?” Kemudian berhenti sejenak sambil memperlihatkan isi SMS diinbox HPnya..
Tak lama gadis itu berkata lagi “Jelaskan ,,namamu yang tercantum yang terselip terakhir diakhir SMS ini.ucapnya
“Tapi itu bukan saya.bukan aku yang mengirimnya.aku tak sebiadab itu.menghina seseorang apalagi saudara seislamku..aku berani bersumpah demi Allah bukan aku.”.ucapnya dengan mengulanginya 3 kali.dengan diiringi air mata yang bercucuran..
Lalu melihat semua itu,gadis kecil itupun luluh juga..”maafkan aku ya…”ucapnya..
Gadis berjilbab itu mengambil tasnya lalu lari keluar diruangan itu..teman-teman dikelaspun seakan melihat adegan film yang penuh dengan tanda-tanya..
“Lalu siapa yang mengirim sms itu kepadanya…??ucap batin gadis kecil itu dengan penuh tanda Tanya bahkan sampai hari inipun SMS itu tak ada jawaban yang jelas.Pengirimnyapun tak jelas..sampai-sampai penulisnyapun penuh tanda-tanya. entah tak jelas atau samar-samar tentang tulisan ini..tulisan malam ini yang penuh tanda Tanya..tiba-tiba muncul ide yang penuh denga Tanya..semoga pembacanya tak terlihat diraut mukanya denga penuh tanda Tanya lagi  hanya karena beberapa bait dari cerita tanda Tanya ini..lalu kembali bertanya lagi,,siapa yang mengirim SMS kepada gadis kecil itu???? Ah,,tetap saja tanda Tanya lagi.lalu kepada siapa kita harus bertanya,bertanya dibalik cerpen tanda Tanya ini..haruskah kita bertanya langsung kepada gadis kecil yang dibenaknya penuh tanda Tanya itu,,lalu kemana kita harus mencari gadis itu??apakah ini penting harus dipertanyakan??tak bisakah penulisnya diam sejenak tak perlu menanyakan kembali cerpen tanda Tanya itu..jawabannya masih selalu tanda Tanya…jadi jawabannya supaya tidak tanda Tanya..maka Tanda titik saja..hehehehh  J ?????????????????
Oh,,tidak bisaaa….Jawabannya ternyata itu hanyalah sebuah mimpi..mimpi yang penuh dengan tanda Tanya..ah,,tetap saja tanda Tanya..begitupun dengan hidup ini penuh tanda Tanya.kita tak pernah tahu apa yang terjadi besok,satu jam kedepan bahkan satu detik kedepanpun kita tak pernah tahu..yahh,,begitulah hidup..maka siapkanlah tanda Tanya itu dengan segenap jawaban yang sudah engkau persiapkan.ketika dialam kuburpun kita dihadapi dengan tanda Tanya.Jika jawaban itu sudah kita persiapkan dengan matang maka kita pasti bisa menjawabnya dengan benar dan fasih..Jadi belajarlah menjawab tanda Tanya mulai dari sekarang.
END???
%%%%@@@@@?????????

Selasa, 05 Februari 2013

cerpen : INDAH PADA WAKTUNYA


INDAH PADA WAKTUNYA…J
Siang itu terik matahari bersinar dengan terangnya bahkan sampai menusuk ubun-ubunku,,aku datang kekampus dengan tergopoh-gopoh,,batu kerikilpun kulalui bahkan tak sadar aku menabraknya..tanahpun semakin masuk kedalam karena pijakan kakiku yang tertancap dalam ketanah itu..langkah kakikupun semakin ku percepat..aku melihat jam tangan yang melekat disebelah tangan kiriku ,,,tinggal 5 menit lagi,, sebentar lagi aku terlambat,berharap sampai kedalam kelas tak terlambat lagi dan tepat waktu.batinku berbisik dengan yakin…
Kampus hijau itu mulai terlihat didepan mataku dengan gagahnya menjulang keatas...langkahkupun semakin kupercepat,akhirnya sampai juga aku masuk kegerbang..kusapa satpam yang duduk-duduk didepan gerbang itu dengan tersenyum walaupun aku tak sempat lagi lisanku  berkata-kata kepada satpam tua itu.hanya senyum yang kupersembahkan kepadanya..langkah kaki mengiringiku masuk kedalam kelas..kelas yang letaknya dilantai 2 di bagian pojok ujung…membutuhkan perjalanan yang penuh perjuangan untuk tiba disana..mengorbankan kedua kaki yang tangguh untuk menaiki anak-anak tangga itu…
Alhamdulillah..lisanku berkata...amazing..tepat waktu.. sampai tersenyum-senyum…akupun mendekati teman yang ada didekatku saat itu.
sodara,,dosennya belum masuk ya?tanyaku..
belum..katanya sih agak terlambat datangnya..mungkin jam-jam 3 masuknya..jawabnya seadanya..
akupun menyimpan tas ranselku dikursi yang aku sudah kontrak  tempatnya.dikursi tepat paling depan…oh,,gitu ya..gumamku kepada temanku itu..Ada waktu untuk menjual tiket kepada kelas lain..gumamku lagi.seketika itu saya mengambil beberapa tiket yang ada dalam tasku..tiket kegiatan yang diadakan lagi-lagi LDK…katanya temanku,,kau ini teman ,tiket terus kau bisniskan,,berapa sih gajimu,,berapa sih keuntunganmu dan bla..bala..bla…tanyanya..akupun tak menjawabnya tapi hanya bisa membalasnya dengan tersenyum..bahkan kata-kata itu dapat membangkitkanku untuk terus bergerak..biarlah Allah yang membalasnya.karena tiket ini bukan hanyaa kertas yang bertuliskan nama dan alamat kegiatan tapi didalamnya banyak mengandung kebaikan untuk umat..batinku kembali berbisik..
Akupun meninggalkan ruangan itu sambil berpesan kepada teman dikelasku..
jangan lupa SMS ya,,kataku..
Rupanya dia  sudah mengerti apa yang aku maksudkan..
okk..jawabnya sambil menaikkan jari jempolnya…
akupun melangkahkan kaki kekelas sebelah.berharap hari ini tiketku habis..sebelum kakiku menginjakkan kedalam kelas sebelah itu..tiba-tiba seorang gadis yang berjilbab putih itu datang menghampiriku..
 heyyy,,,,heyyy,,,,,teriaknya…sayapun hanya menoleh kebelakang…
tiketnya masih ada tidak?tanya nya langsung ceplas ceplos..
oh,,iya ada..jawabku dengan nada tinggi bahkan dengan wajah berseri-seri..
saya mau pesan ya,,!!,dan teman-temanku juga banyak yang pesan..balasnya..
oh,iya,jawabku singkat..
sini masuk kekelasku..ucapnya lagii.
sayapun semakin percepat langkahku menuju kedalam kelasnya..
Alhamdulillah tiketku habis,ludes,lenyap,,apalagi ya,,(lebbay..) intinya tiket itu habisss terjual…(sama lagi J).seiring berjalannya waktu aku pun menengok kelasku, kembali memastikan dosenku.. sudah ada gak??ternyata teman-teman masih banyak yang ada diluar depan kelas,asyik bercengkerama bersama teman-teman yang lain.entah apa yang mereka bahas..ah,,,,tak perlu aku harus tahu,,yang penting tiketku habis terjual..hahah…
Akupun melanjutkan misi selanjutnya bertemu dengan saudara-saudaraku yang ada diLDK,kelaskupun kelewati begitu saja..dari kejauhan terlihat wajah-wajah mereka,,wajah-wajah yang tanpa lelah menjual tiket demi kesuksesan acara kegiatan kami nanti…
Assalamu’alaikum,,,,teriakku kepada mereka yang lagi berkumpul ditaman kecil itu..
merekapun menoleh kearahku sambil tersenyumm..
waalaikumsalam.jawabnya serentak…sayapun kembali tergopoh-gopoh mengarah kepada mereka..
gimana tiketnya?tanya akhi ikhlas kepadaku sambil mengulurkan tangan kanannya bersalaman..
alhamdulillah,tiketnya habis terjual akhi..jawabku dengan tersenyum lega..oh,,Alhamdulillah kalau gitu,sini kita hitung tiket yang terjual hari ini?ajaknya sambil mengumpulkan teman-teman tiket yang terjual….
lama dan lama.. cerita kami berkelanjutan,tanpa mempedulikan waktu,,saking asyiknya saya tak melihat lagi jam tanganku yang melekat ditangan kananku..tiba-tiba seperti  ada yang membisikkan suara ditelingaku……Masuuuukkkkk…..hahhhhhh,,akupun cepat-cepat melihat HP yang ada didalam saku celanaku..belummmmm,,batinku…karena tak ada pesan yang masuk kedalam inbox hpku..tapi sepertinya ruangan dilantai itu terasa sepi,tak ada lagi teman yang ada didepan kelas berkeliaran kesana-sini..sayapun cepat-cepat berpamitan kepada segerombolan teman LDK itu..langkah kakikupun kembali kupercepat mungkin kalau motor saya memasang gigi 4 dengan kilometer 160 keatas.. J
Tibalah saya kedepan kelas itu.saya terdiam sesaat melihat pintu kelas itu tertutup rapat-rapat,dibenakku mungkin teman-teman sudah pada pulang,lama menunggu dosen..tapi kata hatiku mengarahkan untuk membuka pintu itu.Akupun memberanikan diri membuka pintu itu….saya terhenyak melihat mahasiswa didepanku sudah duduk berjajar dengan rapi.pertanda dosen sudah ada didalam ruangan itu..tak sadar saya masuk keruangan itu tanpa menoleh sedikitpun kearah dosen yang lagi duduk dikursi panas…sebelum (maaf) bokongku menduduki kursi yang saya siapkan tadi.tiba-tiba ada suara mengarah kepadaku…
kamu dari mana?tanyanya dengan raut muka yang tegang..begitupun dengan diriku..dengan keringat yang bercucuran diwajahku,keringat yang keluar karena tancapan lariku…seketika itu saya bingung..harus aku jawab dengan apa?ini kesalahanku karena lupa dengan waktu…Akupun memberanikan diri menjawab..saya dari luar,mau minta izin kepada bapak mau sholat..jawabku seadanya..itu baru adzann..tanyanya lagi..mungkin dibatin dosen itu berkata secepat itu engkau sholat padahal waktu baru masukk,,alasssann loe….ucapnya dalam hatii J berbaik sangka…
Keluar………..!!! ucapnya lagii.. pelan tapi pasti…sambil mengarahkan jari telunjuknya keluar diruangan..
Tapi pakkk…..jawabku dengan terbata-bata sambil menggaruk-garuk kepalaku.berharap dosennya kembali berkata “silahkan duduk dek dikursinya” heheh J
Tapi apa yang terjadi diluar dugaan,diluar prasangka,diluar nalarrrr…(lebbbayyy)… J
Keluarrrrrrrrr……jawabnya kembali..
Mendengar itu badanku terasa mau punah,dan tubuhku terasa kaku..hatiku hancur..seperti lagunya temannya raffi ahmad,,emmmm ..Olga  saputra kayaknya “ Hancur hatiku…””  heheh
Sebagai mahasiswa yang baik dan patuh,akupun menuruti kata-kata dosen tadi..Baikkklah,,,batinku kembali berbisik dengan mantapp..sambil mengarahkan badanku kearah pintu keluar..diluar sayapun merenung dan merenung.. semenjak aku menempuh dunia pendidikan tak pernah terjadi seperti ini,,dikeluarin secara hormat apalagi dihadapn teman-teman... L
diluar kelas itu, akupun kembali bertemu dengan seorang teman LDK datang menghampiri lagi,,,apa yang terjadi dengan dirimu akhi??tanyanya…aku dikeluarinn dosenn…jawabku datar..oh,,ayoo kemasjid yuk sholat dulu..ajaknya,..akupun menerima ajakan itu..ditengah perjalan kemasjid akupun berani buka bicara kepada temanku itu..saya dikeluarin dikelas,,saya malu sama dosen,malu sama teman-teman..ucapku dengan raut muka yang sedih ( kasihan) J
temanku itupun mulai angkat bicara,,,Akhi,hidup itu tak selalunya mulus,,seperti aspal dijalanan, banyak lubang yang harus dilewati..begitupun dengan bangku kuliah ini,,kadang santai,kadang tegang dengan tugas yang datang silih berganti..begitupun dengan masalah yang terjadi pada antum(kamu) hari ini..bahkan antum malu sama teman-teman..malu sama makhluk..seharusnya kita harus malu sama Allah, ketika perintahNya kita abaikan..Dia sudah memberikan banyak nikmat kepada kita.tetapi ketika perintahNya malah sering kita belakangkan..misalnya sholat…suara adzan berkumandang kita malah lebih asyik duduk-duduk santai menyimakk matakuliah,daripada menyimak panggilan suara adzan dalam kebaikan..melangkahkan kaki ketempat suara itu..berhenti sejenak..bahkan kita lebih takut daripada ketakutan kita pada Allah..takut jangan sampai diberi tanda  A ( ALPA) diabsen..takut nanti gak punya nilai..bahkan waktu sholat itu terlewatkan begitu saja..tak pernahkah terbesit dihati kita,,kalau Allah nanti memberikan tanda N (Neraka) di akhirat nanti) ???gimana??? kemudian melanjutkan perkataannya dengan mengutip firman Allah “ boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah yang paling mengetahui,sedangkan kamu tidak mengetahui “,,,ucapnya dengan tangkas dan mantap…
Akupun menyimak dengan tenang nasehat saudara saya itu..
yuuukk,,langkahnya percepat lagi,,sebentar lagii dah mau iqomah akhi..ucapnya kembali…
na’am akhi,syukron ya (terimah kasih)..ucapku kepadanya..dadaku yang tadinya terhenyak sempit, sekarang rasanya terasa luaass,seluas  bumi dan langit..
diapun hanya tersenyum kearahku…
INDAH PADA WAKTUNYA……gumamku J
END
*********** 
by Ahmad Zulkarnain

Kamis, 02 Agustus 2012

kisah nyata yang dizaman sekarang

Kisah Nyata:

Ada pelacur bernama Sekulerisme.
Prinsip hidupnya: jangan bawa-bawa agama ke ruang publik.
Dia adalah anak brokenhome dari perselingkuhan kekuasaan negara dan kekuasaan agama.
(* andaikata negara/umara dan agama/ulama ini "nikah" baik-baik, tentu gak begini jadinya *).
Karena itu tak heran Sekulerisme kemudian memiliki lima anak haram.


Anak pertama bernama Liberalisme.
Prinsip hidupnya: biarkan semua bebas bicara, bebas berperilaku, bebas berkeyakinan/beragama dan bebas dalam memilih cara memiliki sesuatu, selama tidak mengganggu kebebasan orang lain. Karena itu, Liberalisme tidak menghalangi orang untuk memeluk agama - apapun agamanya, bahkan mereka yang membuat agama barupun harus dihormati. Belakangan Liberalisme juga melahirkan anak haram: yaitu Permisivisme..

Anak kedua bernama Pluralisme.
Prinsip hidupnya: ruang publik jangan didominasi salah satu kelompok / paham tertentu saja. biarkan semua terlibat. pembangunan akan lebih cepat kalau energi kesalehan disinergikan dengan energi setan. Karena itu, Pluralisme memandang, setiap kelompok harus terwakili dan didengar suaranya dalam membuat kebijakan publik, termasuk kelompok pekerja seks komersial, kelompok pengedar narkoba, ataupun kelompok keluarga terpidana korupsi.

Belakangan Pluralisme juga melahirkan anak haram: yaitu Sinkretisme agama.

Anak ketiga bernama Demokrasi.
Prinsip hidupnya: dari, oleh dan untuk rakyat.
Kedaulatan hukum itu ada pada rakyat, sehingga penguasa wajib menjalankan keinginan rakyat. Kekuasaan ditentukan dengan pemilu yang bebas oleh rakyat, ini ditandai dengan kebebasan pers, kebebasan berserikat (berpartai) dan kebebasan pemilu yang jujur dan adil. Demokrasi memandang kalau mayoritas rakyat menginginkan de-kriminalisasi narkoba, maka bisa dibuat Undang-Undang yang lebih ramah terhadap narkoba. Demikian juga kalau mayoritas rakyat memandang legalisasi profesi pekerja seks atau legalisasi profesi rentenir sebagai hal yang lebih bermanfaat, maka akan keluar pula hukum yang memayunginya. Satu-satunya yang dianggap benar adalah keinginan rakyat, hari ini, di negeri ini. Karena itu Demokrasi kadang menelurkan keputusan yang kontradiktif, yaitu secara langsung atau tak langsung bisa menghancurkan masa depannya sendiri, atau rakyat / lingkungan negeri lain. Tak heran belakangan Demokrasi melahirkan anak-anak haram: yaitu "kepentingan nasional" (Nasionalisme) - dan Chauvinisme.

Anak keempat bernama Kapitalisme.
Prinsip hidupnya: biarkan tangan-tangan gaib kekuatan pasar mengatur dirinya sendiri, bagaimana distribusi barang dan jasa yang paling optimal untuk kebahagian semua orang. Hasilnya, semua bisa didapatkan bagi yang punya uang. Anak keempat ini cukup dominan dalam keluarga, karena dialah penopang utama kakak-kakaknya. Dia royal memberi "uang jajan" atau "uang lelah" ke aktivis pro Liberalisme, juga rajin pasang iklan ke media massa pro Pluralisme, dan tentu saja memberi "modal" untuk membesarkan partai, membiayainya dalam kampanye, melobby para politisi pesaing dan kaum intelektual, hingga "money politik" untuk calon pemilihnya dalam pemilu. Semua tentu saja dipandang sebagai investasi, tidak gratis. Kapitalisme ini akan meminta pengembalian "plus bunga" dalam bentuk peraturan perundangan yang akan menjamin bahwa mereka semakin kaya, misalnya sistem ribawi, sistem uang fiat, sistem pasar saham sekunder, sistem hak konsesi atas sumber daya alam, sistem monopoli kekayaan intelektual, dan sebagainya.

Kapitalisme memiliki anak-anak haram: Materialisme dan Hedonisme, yang merasa bahwa tolok ukur kebahagian di dunia diukur dengan materi, dan hidup harus dipuas-puaskan dengan kenikmatan dunia..

Anak kelima bernama Imperialisme.
Prinsip hidupnya: Gold, Gospel & Glory. Di manapun, kekayaannya harus kita kuasai; referensi hidupnya harus referensi kita; dan kita harus dihormati atau bahkan diagungkan. Karena prinsipnya ini, maka Imperialisme mengekspor tak cuma produk maupun jasa, tetapi juga falsafah hidup, hukum yang menjadi rujukan halal/haram, bahkan nilai-nilai etika dan estetika (film, food, fun, fashion). Pada masa dulu, imperialisme dilakukan secara militer, tetapi sekarang lebih kuat karena dibentengi hutang dan aturan dagang, mata uang internasional, hukum internasional, dsb. Imperialisme memiliki anak haram yaitu Globalisasi.

Lima anak ini kini telah merantau. Terkadang dua atau tiga bersaudara bertemu di suatu negeri, dan bahkan melakukan selingkuh sedarah (incest). Hasilnya tentu berbeda dengan yang hanya di kandang sendiri ... Apalagi kalau terus ikut tobat dan ngaji nyantri ...

Merasa kenal?

Oleh Prof Dr. Ing Fahmi Amhar

Selasa, 10 Juli 2012

Tukan bakso yang bijaksana


~::* JAWABAN SEDERHANA SEORANG TUKANG BAKSO *::~   

Di suatu senja sepulang kerja, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, setelah hampir satu jam saya membersihkan dan menyirami tanaman, terdengar suara tukang bakso dorong lewat.        

Sambil menyeka keringat, saya panggil tukang bakso itu dan saya memesan beberapa mangkok bakso, setelah saya tanya anak-anak juga pada mau makan bakso.           

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya, ada satu hal yang menggelitik fikiran saya selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya, dimana yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet dan yang lainnya disimpan di kaleng bekas kue semacam kencleng, atas rasa penasaran lalu saya bertanya :           

"Mas kalau boleh tahu, kenapa uang-uang itu Mas pisahkan, barangkali ada maksud dan tujuan ?", kata saya.

Tukang bakso menjawab : "Iya Pak, selama 17 tahun saya menjadi tukang bakso, setiap hari saya selalu memisahkannya, ya tujuannya sederhana saja, saya hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain atau tempat ibadah dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman ".

Mendengar jawaban seorang tukang bakso itu saya benar-benar terkejut dan saya melanjutkan bertanya.

"Maksudnya Mas .. .?", 

Sambil bersandar di tembok pagar rumah saya tukang bakso itu menjawab : "Iya Pak, kan agama dan Allah menganjurkan Kita agar bisa berbagi dengan sesama, dan saya membagi 3, dengan pembagian :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari saya dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban, dan Alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.    

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam dan Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji dan ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar maka saya berunding dengan istri dan istri menyetujui bahwa disetiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, saya harus menyisihkan
sebagian penghasilan sebagai tabungan haji, dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan Ibadah haji.  

Terus terang sedikitpun saya tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu dari seorang tukang bakso, hati saya benar-benar sangat tersentak juga tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki Pikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu dan seringkali berlindung di balik kata tidak mampu atau belum ada rezeki. 

Sahabat ....

Terus saya melanjutkan pertanyaan :  

"Iya memang itu bagus Mas, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya .....". kata saya.          

Tukang bakso menjawab : "Itulah sebabnya Pak, saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini, karena definisi mampu itu bukan hak Pak RT atau Pak RW, bukan hak Pak Camat ataupun MUI. Definisi "mampu" adalah sebuah Definisi dimana Kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri, kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu, sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya, Allah akan memberi kemampuan pada Kita".           

Subhanallah, betapa mulianya tukang bakso ini, sama sekali saya tidak menyangka akan mendengar sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso, yang tentunya patut kita semua contoh.

Sahabat ....
Obrolan singkat saya dengan tukang bakso yang sederhana ini, semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Aamiin
#copas dri fRIENDs Facebook#           

PEROLEHAN AGUNG IBADAH SHAUM RAMADHAN


PEROLEHAN AGUNG IBADAH SHAUM RAMADHAN

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:

“Wahai Ahmad!... Mengertikah engkau hasil dari shaum (puasa)?..”
“Tidak..” jawab Nabi shallallahu ’alaihi wassalam

Allah Ta’ala menjawab,..

“Hasil dari puasa adalah sedikit berbicara dan sedikit makan,…

hasil dari diam adalah kebijaksanaan;

hasil dari kebijaksanaan adalah pencerahan;

hasil dari pencerahan adalah keyakinan;

Dan ketika seseorang mencapai kedudukan keyakinan yang mulia,
ia senantiasa tidak menjadi cemas,
sebagaimana ia akan memulai hari-harinya,
apakah dengan kemudahan, atau dengan kesulitan,…
tragedi ataukah kesenangan...”

(Hadits Qudsi)